Senin, 15 September 2014

SHOLAT


Sebuah hikayah tentang sholat dan bersyukur kepada ALLAH SWT.
S
uatu ketika ada perkumpulan 4 ekor binatang yaitu sapi, kambing, anjing, dan babi.
mereka saling berdiskusi dan saling curhat satu sama lain..

sapi: aku sangat bersyukur sekali menjadi seekor sapi..
lainnya: kenapa??
sapi: karena pada seluruh tubuhku sangat berguna sekali bagi manusia. mulai dari daging ku, tulangku, bahkan usus dan perutku bisa mereka gunakan untuk makanan mereka sehari-hari. selain itu, kulitku pun jg bisa dimanfaatkan utk keperluan mereka, seperti mumbuat beduk, tabuh, dan lainnya.
babi: alhamdulilLah, kamu beruntung sekali ya..
sapi: bukan itu saja,,
anjing: memangnya  apa lagi, sapi??
sapi: tahukah kalian, kotoran ku pun sangat berguna sekali bagi manusia untuk tanaman mereka supaya subur. Pokoknya aku sangat bersyukur sekali kpda ALLAH karena diriku sangat berguna bagi manusia..
kambing: aku iri sekali denganmu, tapi tidak apa-apa bagi ku.  aku jg berguna sekali bagi manusia, dan aku bersyukur apa yg diberkahi ALLAH kepada ku meskipun ukuran ku lebih kecil dr pada sapi. Dagingku juga bisa dikonsumsi oleh manusia, dan tulangku juga. bahkan kulitku dan kotoran ku masih bisa mereka gunakan. ALHAMDULILLAH...
Anjing: kalian berdua beruntung sekali ya....
sapi: ALhamdulillah, pujian hanya untuk ALLAH, kawan. Jangan begitu dong....
babi: menurutku kau jg sangat berguna sekali bagi manusia. (sela babi kepada anjing)
anjing: kok kamu bisa bicara seperti itu,???? Memangnya dari mana kamu bisa menyimpulkan hal itu terhadapku? padahal dagingku, tulangku, kotoranku, bahkan air liurku sangat haram sekali dan tidak bisa digunakan sama sekali oleh manusia seperti sapi dan kambing...
babi: iya.. aku melihat kau dijadikan oleh manusia sebagai hewan peliharaan mereka,, kau selalu dikasih makan, bahkan kau dikasih susu oleh mereka..
mereka sangat sayang sekali kepada mu meskipun kau dijadikan penjaga rumah mereka...
anjing: AlhamdulilLAH,, iya ya
babi: bukan itu saja yg kulihat..!!
anjing: memang apa lagi yg kau lihat????
babi: aku melihat, manusia yg menjadi majikan mu itu melatihmu menjadi lincah, lihai berlari, bahkan kau dilatih memburu ku. Sehingga, aku dan rekan-rekanku sangat terluka sekali dengan hal itu... (dengan sedihnya babi mengungkapkan)
kambing: jangan sedih begitu kawan, nanti kami menangis lho....! (semuanya terharu dg pernyataan babi)
babi: tetapi, aku tidak merasa kecewa atas apa yg ditakdirkan oleh ALLAH untukku meskipun diri ku haram dan tidak berguna sama sekali bgi manusia, dan aku selalu diburu oleh mereka bersama anjing...
sapi: tapi, ku lihat dagingmu juga dimakan dengan lahapnya oleh manusia kan???? (pertanyaan sapi memotong pernyataan babi)
babi: itu memang benar,, tetapi itu adalah manisia-manusia bodoh dan ingkar kepada TUHANnya..
lainnya: iya ya....
babi: asalkan kalian tahu, kami dari bangsa babi tidak pernah merasa kecewa sedikitpun atas takdir yg ditentukan oleh ALLAH kepada kami...
lainnya : benarkah???
babi: Ya,,  meskipun kami haram dan tidak berguna bagi manusia, dan kami sllu diburu, TETAPI kami selalu bertasbih dan bersyukur kepada ALLAH dari pada manusia yang banyak sekali tidak mau bersyukur kepada ALLAH dan nantinya manusia itu akan dimasukkan ke dalam api neraka yang menyala-nyala karena sering kali mendustakan ayat-ayat ALLAH.
lainnya: itu benar sekali....(jawab mereka kompak)


بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم
SHOLAT

Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam pernah berpesan:
"Pondasi (segala) urusan adalah Islam, dan tiangnya (Islam) adalah sholat, sedangkan yang meninggikan martabatnya adalah jihad fi sabilillah."(HR. Tirmidzi, Ibnu Majah dan Ahmad. Dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani).
            Sholat merupakan kewajiban mutlak yang tidak pernah berhenti kewajiban melaksanakannya sekalipun dalam keadaan takut, sebagaimana firman Allah Ta'ala menunjukkan:
"Peliharalah segala sholat(mu), dan (peliharalah) sholat wustha. Jika kamu dalam keadaan takut (akan bahaya), maka sholatlah sambil berjalan atau berkendaraan. Kemudian apabila kamu telah aman, maka sebutlah Allah (sholatlah) sebagaimana Allah telah mengajarkan kepadamu apa yang belum kamu ketahui." (QS. AL-baqarah : 238 - 239).
Sholat adalah ibadah yang pertama kali diwajibkan Allah dan nantinya akan menjadi amalan pertama yang dihisab di antara amalan-amalan manusia serta merupakan akhir wasiat Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam.
            Sholat yang nantinya akan menjadi amalan terakhir yang hilang dari agama ini. Jika sholat telah hilang, berarti hilanglah agama secara keseluruhan. Untuk itu Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam mengingatkan dengan sabdanya:
"Tali-tali (penguat) Islam sungguh akan musnah seikat demi segera berpegang dengan ikatan berikutnya (yang lain). Ikatan yang pertama kali binasa adalah hukum, dan yang terakhir kalinya adalah sholat."
(HR. Ahmad, Ibnu Hibban dan Al-Hakim. Dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani).

Hikmah sholat
            Sholat disyari'atkan sebagai bentuk tanda syukur kepada Allah, untuk menghilangkan dosa-dosa, ungkapan kepatuhan dan merendahkan diri di hadapan Allah, menggunakan anggota badan untuk berbakti kepada-Nya yang dengannya bisa seseorang bersih dari dosanya dan sucikan dari kesalahan-kesalahannya dan terajarkan akan ketaatan dan ketundukan.
            Allah telah menentukan bahwa sholat merupakan syarat menuju ketakwaan, sebagaimana disebutkan dalam firman-Nya:
"Alif Laaam Miiim. Kitab (Al Qur-an) tidak ada keraguan di dalamnya, menjadi petunjuk bagi mereka yang bertakwa. Yaitu mereka yang beriman kepada yang ghaib, mendirikan sholat dan menafkahkan sebagian rezki yang Kami anugerahkan kepada mereka." (QS. Al Baqarah : 1-2).
           
Hal yang wajib dalam sholat
            Hal yang wajib dalam sholat adalah bagian sholat yang apabila ketinggalan salah satunya dengan sengaja maka sholatnya batal (tidak sah), tapi kalau tidak sengaja atau lupa maka orang yang sholat diharuskan melakukan sujud sahwi.
1)   Semua takbir selain takbiratul ihram.
2)   Melafadzkan SUBHANA RABBIYAL A'DZIIM pada saat ruku'.
3)  Melafadzkan SAMI'ALLAHULIMAN HAMIDAH bagi Imam dan pada saat sholat sendiri.
4)   Melafadzkan RABBANA WALAKAL HAMDU bagi Imam, makmum dan pada saat sholat sendiri.
5)   Melafadzkan SUBHANA RABBIYAL A'LA pada saat sujud.
6)   Melafadzkan  RABIGHFIRLII pada saat duduk diantara dua sujud
7)   Tasyahud awal

Hal yang disunahkan dalam sholat
    Hal yang sunnah dalam sholat adalah bagian sholat yang tidak termasuk dalam rukun maupun wajib, tidak membatalkan sholat baik ditinggalkan secara sengaja maupun lupa. Apabila dikerjakan, maka akan menambah pahala dan kesempurnaan sholat itu sendiri sebagaimana yang diajarkan rasulullah.
1)      Mengangkat kedua tangan ketika takbir.
2)      Membaca do'a istiftah/iftitah.
3)      Membaca ta'awudz ketika memulai qiro'ah (bacaan).
4)      Membaca surat dari Al-Qur'an setelah membaca Al-Fatihah pada dua rakaat yang awal
5)      Meletakkan dua tangan pada lutut selama rukuk
6)      Meletakkan tangan kanan diatas tangan kiri selama berdiri
7)      Mengarahkan pandangan mata ke tempat sujud selama sholat

Hal yang membatalkan Sholat
Yang membatalkan sholat yaitu:
1)      Berbicara ketika sholat
2)      Tertawa
3)      Makan dan minum
4)      berjalan terlalu banyak tanpa ada keperluan
5)      Tersingkapnya aurat
6)      Memalingkan badan dari kiblat
7)      Menambah rukuk, sujud, berdiri atau duduk secara sengaja
8)      Mendahului imam dengan sengaja

Hal yang makhruh dalam sholat
Hal yang makhruh dalam sholat yaitu:
1)      Memejamkan dua mata
2)      Menoleh tanpa keperluan
3)      Meletakkan lengan dilantai ketika sujud
4)      Banyak melakukan gerakan yang sia-sia,

A.    Sholat Fardhu
1.      Definisi
     Shalat fardhu ialah shalat yang diwajibkan untuk mengerjakannya.
2.      Pembagiannya
 Shalat Fardhu terbagi lagi menjadi dua, yaitu :
1)       Fardhu 'ain: ialah kewajiban yang diwajibkan kepada mukallaf langsung berkaitan dengan dirinya dan tidak boleh ditinggalkan ataupun dilaksanakan oleh orang lain, seperti Sholat 5 waktu dan Sholat Jum'at(Fardhu 'Ain untuk pria).
2)     Fardhu Kifayah: ialah kewajiban yang diwajibkan kepada mukallaf tidak langsung berkaitan dengan dirinya. Kewajiban itu menjadi sunnah setelah ada sebagian orang yang mengerjakannya. Akan tetapi bila tidak ada orang yang mengerjakannya maka kita wajib mengerjakannya dan menjadi berdosa bila tidak dikerjakan. Seperti sholat jenazah

3.      Sejarah sholat Fardhu
     Shalat yang mula-mula diwajibkan bagi Nabi Muhammad SAW dan para pengikutnya adalah Shalat Malam, yaitu sejak diturunkannya Surat al-Muzzammil (73) ayat 1-19. Setelah beberapa lama kemudian, turunlah ayat berikutnya, yaitu ayat 20:
Sesungguhnya Tuhanmu mengetahui bahwasanya kamu berdiri (sembahyang) kurang dari dua pertiga malam, atau seperdua malam atau sepertiganya dan (demikian pula) segolongan dari orang-orang yang bersama kamu. Dan Allah menetapkan ukuran malam dan siang. Allah mengetahui bahwa kamu sekali-kali tidak dapat menentukan batas-batas waktu-waktu itu, maka Dia memberi keringanan kepadamu, karena itu bacalah apa yang mudah (bagimu) dari Alquran. Dia mengetahui bahwa akan ada di antara kamu orang-orang yang sakit dan orang-orang yang berjalan di muka bumi mencari sebagian karunia Allah; dan orang-orang yang lain lagi berperang di jalan Allah, maka bacalah apa yang mudah (bagimu) dari Al Quran dan dirikanlah sembahyang, tunaikanlah zakat dan berikanlah pinjaman kepada Allah pinjaman yang baik. Dan kebaikan apa saja yang kamu perbuat untuk dirimu niscaya kamu memperoleh (balasan)nya di sisi Allah sebagai balasan yang paling baik dan yang paling besar pahalanya. Dan mohonlah ampunan kepada Allah; sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”.
     Dengan turunnya ayat ini, hukum Shalat Malam menjadi sunat. Ibnu Abbas, Ikrimah, Mujahid, al-Hasan, Qatadah, dan ulama lainnya berkata mengenai ayat 20 ini, "Sesungguhnya ayat ini menghapus kewajiban Salat Malam yang mula-mula Allah wajibkan bagi umat Islam”.
4.      Waktu pelaksanaan sholat fardhu
     Sedangkan bila ingin secara lebih spesifik mengetahui dalil tentang waktu-waktu shalat, kita bisa merujuk kepada hadits-hadits Rasululah SAW yang shahih dan qath`i. Tidak kalah qath`inya dengan dalil-dalil dari Al-Quran Al-Karim. Di antaranya adalah hadits-hadits berikut ini:
Dari Jabir bin Abdullah ra. bahwa Nabi SAW didatangi oleh Jibril as dan berkata kepadanya, “Bangunlah dan lakukan shalat.” Maka beliau melakukan shalat Zhuhur ketika matahari tergelincir. Kemudian waktu Ashar menjelang dan Jibril berkata, “Bangun dan lakukan shalat.” Maka beliau SAW melakukan shalat Ashar ketika panjang bayangan segala benda sama dengan panjang benda itu. Kemudian waktu Maghrib menjelang dan Jibril berkata, “Bangun dan lakukan shalat.” Maka beliau SAW melakukan shalat Maghrib ketika mayahari terbenam. Kemudian waktu Isya` menjelang dan Jibril berkata, “Bangun dan lakukan shalat.” Maka beliau SAW melakukan shalat Isya` ketika syafaq (mega merah) menghilang. Kemudian waktu Shubuh menjelang dan Jibril berkata, “Bangun dan lakukan shalat.” Maka beliau SAW melakukan shalat Shubuh ketika waktu fajar merekah/ menjelang. (HR Ahmad, Nasai dan Tirmizy. )
Di dalam Nailul Authar disebutkan bahwa Al-Bukhari mengatakan bahwa hadits ini adalah hadits yang paling shahih tentang waktu-waktu shalat.
B.     Sholat sunat
1.      sunat Muakkad adalah shalat sunah yang dianjurkan dengan penekanan yang kuat (hampir mendekati wajib), seperti salat dua hari raya, salat sunat witir dan salat sunat tawaf
2.      sunat Ghairu Muakkad adalah shalat sunah yang dianjurkan tanpa penekanan yang kuat, seperti shalat sunat rawatib dan lainnya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar